Garudapro

8 Cara Menjadi Pemimpin yang Baik dan Amanah

Ada banyak definisi mengenai kebaikan. Namun, apa pun itu definisinya, kebaikan tetap menjadi hal yang tidak dapat ditawar-tawar di dunia ini. Termasuk untuk pemimpin sebagai kepala dari tiap organisasi.

Seringkali dalam menjadi pemimpin, sulit untuk menerapkan kebaikan yang sesungguhnya. Terlebih jika harus menjadi amanah.

Lagi pula, pemimpin sering berkaitan dengan seseorang yang memiliki pengaruh dalam sebuah instansi serta memiliki kuasa atas sejumlah orang.

Jadi, bagaimana cara untuk menjadi pemimpin yang baik dan amanah? Inilah dia delapan cara yang dapat Anda lakukan untuk menjadi pemimpin yang seperti itu.

1. Belajarlah Berempati

Dalam dunia yang saat ini serba terbalik, kita sering membolak-balik makna empati dan simpati. Kendati demikian, empati yang berarti mencoba mengerti situasi dan kondisi seseorang berbeda dengan simpati yang menunjukkan belas kasihan.

Meskipun belajar berempati penting untuk tiap orang tanpa memandang golongan, siapa pun yang ingin menjadi pemimpin yang baik dan amanah memerlukan waktu dan intensitas belajar berempati yang lebih.

Adalah kewajiban setiap pemimpin untuk memahami setiap individu yang bekerja sama bersama atau dengan Anda. Dengan memahami mereka, Anda akan lebih dapat mengerti kebutuhan yang harus dicapai bersama-sama.

2. Taruh Diri Pada Posisi yang Lebih Rendah

Cara kedua ini mungkin membuat sebagian di antara Anda mengernyitkan dahi, karena bagaimana bisa pemimpin yang kuat dan disegani itu harus merendahkan diri. Bagaimana kalau kehilangan wibawanya?

Tenang saja, menaruh diri pada posisi yang lebih rendah tidak sama dengan menjatuhkan diri di hadapan para pengikut. Justru, ini berarti Anda bersedia melakukan kegiatan bersama-sama dengan para pengikut demi mendekatkan antarkelompok.

Kegiatan yang biasa dilakukan pemimpin yang baik dan amanah dengan kelompok pengikutnya adalah outbound dan berbagai acara seminar atau talkshow. Intinya, tidak harus kegiatan yang tegang, terkadang kegiatan santai pun bisa mendekatkan diri dengan para pengikut.

3. Pelihara Hubungan yang Sesuai Generasi

Yang dimaksud pada poin ketiga ini adalah, seorang pemimpin yang baik sebaiknya dapat menciptakan sekaligus memelihara hubungan dengan pengikutnya sesuai dengan generasi pengikutnya berada.

Pertimbangan yang dilakukan adalah demografi usia dan kepribadian yang berkaitan antar generasi yang berbeda.

Seringkali, kita membaca kalau hubungan pemimpin dan pengikut yang ideal adalah seperti saudara. Namun sepengamatan saya, itu hanya berlaku untuk para pengikut yang hidup di generasi Y atau Z. Generasi yang berusia muda ini sangat mementingkan persahabatan dibandingkan senioritas.

Sebaliknya untuk generasi Baby Boomers atau generasi X, bukan berarti Anda lantas menjadi pemimpin yang otoriter. Terapkan aturan dan batasan yang jelas, dan mereka pun akan menghormati Anda sebagai pemimpin.

4. Jalin Kerja sama yang Luas dan Mendalam

Pemimpin identik dengan kerja kelompok. Kalau berbicara soal kerja kelompok, umumnya Anda akan berpikir tentang kerja kelompok yang baik. Namun, “baik” saja belum cukup spesifik untuk menjadikan seseorang pemimpin yang baik dan amanah.

Kerja sama yang luas meliputi menjalin sebanyak mungkin koneksi yang akan membangun citra kelompok Anda sebagai kelompok yang baik. Sementara itu, kerja sama yang mendalam adalah membina hubungan jangka panjang yang saling percaya.

Menurut saya, tidak akan bisa meluaskan kerja sama kalau tidak terlebih dahulu membangun beberapa kerja sama yang mendalam. Di saat yang bersamaan, keduanya tetap dibutuhkan bagi seorang pemimpin yang ideal.

Karena itu, menjalin kerja sama semacam ini akan membantu untuk menjadikan Anda pemimpin hebat sekaligus amanah.

5. Miliki Kemampuan Melebihi Pengikut

Barangkali cara ini adalah cara yang terlihat kompetitif, namun sangat efektif dalam membangun citra diri sebagai pemimpin yang baik dan amanah.

Dengan memiliki kemampuan yang melebihi pengikut-pengikut, mereka akan lebih menganggap serius perintah yang Anda buat.

Seringkali apabila berbicara mengenai kepemimpinan, kemampuan yang dimaksudkan tidak jauh-jauh dari kecerdasan intelektual. Namun di sini, yang saya maksudkan adalah kemampuan secara keseluruhan yang lebih dari sekadar cerdas otak, namun juga mengelola emosi, manajemen waktu, dan sebagainya.

Dalam mencapai kemampuan seperti ini, pemimpin yang baik akan mencoba mengerti kemampuan dirinya. Pemimpin yang amanah akan mencoba mencapainya dengan cara-cara yang tenang. Gabungkan keduanya, dan Anda akan menjadi pemimpin yang baik sekaligus amanah.

6. Jangan Diam karena Ketidakadilan

Pemimpin tidak akan pernah tinggal diam melihat ketidakadilan, khususnya yang mencoreng nama baik kelompoknya. Ketidakadilan semacam ini dapat dilakukan oleh pengikut internal sekaligus juga orang luar.

Jika itu yang melakukan orang luar, mungkin Anda akan lebih mudah untuk memberantasnya. Namun, bagaimana kalau yang melakukan adalah pengikut sendiri? Pasti akan menyakitkan.

Kendati demikian, bukan berarti Anda sama sekali tidak boleh menegurnya. Berilah pelanggar peringatan tegas agar ia jera. Mengandalkan para whistleblower dalam sebuah organisasi juga membantu untuk memberantas ketidakadilan yang ada.

7. Lakukan yang Terbaik untuk Kepentingan Kelompok

Tidak pernah ada ceritanya pemimpin hebat yang mementingkan kepentingan pribadinya jauh di atas kelompoknya. Karena itu, senantiasa taruh kepentingan kelompok sebagai yang lebih utama dibandingkan kepentingan pribadi Anda.

Anda dapat mulai melakukan hal ini dengan memikirkan urgensi dari kelompok yang Anda pegang. Sesudahnya, cobalah rundingkan dengan kelompok tentang bagaimana caranya untuk mencapai hal tersebut dengan baik.

Dari sana, barulah Anda dapat merumuskan keputusan yang dibuat dan dilaksanakan bersama-sama. Dengan demikian, Anda akan dapat menggandeng seluruh pihak untuk melakukan yang terbaik.

8. Jangan Berlebihan!

Kita tahu pada poin sebelumnya, dalam menjadi pemimpin itu harus memikirkan yang terbaik bagi kelompok, menjalin kerja sama, mampu memberantas ketidakadilan, dan sebagainya. Namun, praktiknya, orang sering berlebihan dalam melakukan semuanya itu.

Memang semua itu baik, namun hanya ketika Anda menjaga keseimbangan dalam hal melakukannya. Yang baik Anda lakukan adalah mengetahui waktu yang tepat untuk melakukannya dan memiliki tujuan serta garis waktu atau timeline yang jelas untuk melakukan tiap tugas yang ada.

Anda dapat memanfaatkan alat-alat yang konvensional namun telah terbukti keilmiahannya dalam hal ini. Misalnya saja, Gantt chart yang akan menolong Anda memanajemen tugas sebagai pemimpin. Atau, Anda juga dapat memanfaatkan memo warna-warni untuk mencatat pencapaian tugas Anda dan kelompok Anda.

Menjadi pemimpin yang baik dan amanah memang terdengar sulit untuk dilakukan, khususnya di zaman yang serba instan ini. Namun, saya percaya ketika Anda dapat melakukannya, segala usaha Anda akan terbayar.

Bukan saja pengikut menjadi segan, Anda pun dapat mempertahankan kelangsungan kelompok dengan lebih baik daripada sebelumnya.

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most popular

Most discussed